La Ode Abdul Jabar (Foto : Inal/Okesultra.com)
La Ode Abdul Jabar (Foto : Inal/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Aktifitas pengangkutan diduga ore nikel yang diduga menggunakan jalan umum mulai dikeluhkan dampaknya.

Salah satu aktifis di Kota Kendari, La Ode Abdul Jabar mengungkapkan dugaan adanya penggunaan jalan umum, baik jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan Kabupeten/Kota digunakan untuk aktifitas pengangkutan ore nikel.

Jabar mengatakan, dampak negatif dari pengangkutan ore nikel menggunakan jalan umum sangat merugikan masyarakat.

“Banyak dampak negatif yang ditimbulakan aktifitas ilegal ini, bukan saja terhadap jalan yang akan rusak, akan tetapi, kesehatan masyarakat juga terganggu akibat polusi dari ore nikel dan debu jalan yang sudah rusak,” ucap Jabar.

Lebih lanjut, Jabar mengungkapkan,pengangkutan ore nikel seharusnya menggunakan jalan khusus dan hal itu sudah diatur dalam peraturan Menteri.

“Regulasi mengenai jalan khusus sudah diatur dalam Peraturan Menteri PU nomor 11/PRT/M/2011 tentang pedoman penyelenggaraan jalan khusus, dan didalamnya di atur tidak boleh menggunkan jalan umum, ” ketus Jabar yang juga merupakan Calon anggota DPRD Provinsi Sultra.

Jabar menambahkan, syarat tertentu yang harus dipenuhi bagi penggunaan jalan umum untuk kegiatan diluar dari peruntukan jalan umum, dan yang berwenang untuk memberikan izin atau dispensasi penggunaan jalan umum yaitu untuk penggunaan jalan nasional harus mendapatkan izin/dispensasi dari Menteri PU yang dalam hal ini didelegasikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan nasional VI di Makassar.

“Jadi, penggunaan jalan provinsi harus melalui izin/dispensasi gubernur dan penggunaaan jalan kabupaten/kota harus melalui izin/dispensasi Bupati/Walikota,” katanya.

“Insya Allah kalau saya diamanahkan oleh masyarakat untuk posisi di Dewan, maka tidak ada alasan bagi perusahaan tambang menggunakan jalan umum dalam proses mobilisasi ore nikel ,” tutup Jabar.

Laporan : Inal
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini