Jaswanto J, SH Sekretaris DPD Partai Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara
Jaswanto J, SH., Sekretaris DPD Partai Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara

“Peran Pemuda Dalam Dunia Politik”

 

Jaswanto J, SH Sekretaris DPD Partai Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara
Jaswanto J, SH., Sekretaris DPD Partai Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara

Oleh Jaswanto J, SH
Sekretaris DPD Partai Garuda Provinsi Sulawesi Tenggara.

Perkembangan taraf kesejahteraan pada suatu daerah dan negara salah satunya adalah bagaimana peran pemuda Ikut andil dalam proses pembangunan karena ditangan pemudalah bangsa ini akan tetap ada.

Pada pemilihan umum di tahun 2019 nanti ada 88 juta pemilih dari generasi muda atau trendnya pemilih kaum milineal, membuat banyak partai politik berebut hati untuk meraup suara dari generasi muda tersebut.

Bagi generasi muda yang terjun membaktikan diri di dunia politik hal ini merupakan momentum untuk merebut kepemimpinan baik di daerah maupun nasional, pemilu bukan hanya sekedar mengambil hati rakyat tetapi yang lebih terpenting adalah menyuarakan aspirasi dan harapan masyarakat dalam mengubah masa depan daerah dan bangsa ini.
Berperan aktifnya generasi muda di dunia politik merupakan harapan besar terciptanya gerakan perubahan dialam demokrasi yang Lebih baik.

Generasi muda merupakan tumpuan harapan dari cita cita akan ke berlangsungan pembangunan nasional karena tidak selamanya generasi sekarang bertahan, harus ada generasi pengganti untuk melanjutkan cita cita pembangunan bangsa ini yakni ditangan pemudalah harapan bernegara itu akan tetap ada.

Di dalam UU No 40 Tahun 2008 Pasal 17 ayat (3) disebutkan Peran aktif pemuda sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan salah satunya adalah pendidikan politik dan demokratisasi. Maka pantaslah generasi muda ikut andil dalam pembangunan nasional dalam upaya melakukan pendidikan politik, dengan tujuan mewujudkan sistem politik yang lebih baik.

Namun terdapat berbagai tantangan bagi pemuda untuk berkiprah dalam politik dan memenangkan Pemilu 2019. Beberapa tantangan bagi politisi muda antara lain :
Pertama, kondisi politik di Indonesia identik dengan praktik korupsi dan politik uang.
Kedua, dunia politik adalah dunia yang hanya dipenuhi oleh perebutan kekuasaan hal ini tentu saja mengingatkan kepada banyaknya kasus korupsi di Indonesia sebagai akibat dari para pejabat yang tidak pernah puas dengan kekuasaan dan materi.

Ketiga, kebanyakan Partai masih dikuasai oleh elite pemodal yang menyebabkan regenerasi dan sirkulasi kepemimpinan tidak berjalan.
Keempat, ketiadaan jenjang karier yang jelas sehingga menyusahkan anak muda untuk berkarier di partai politik.

Namun, generasi muda tak sepenuhnya menyerah dalam situasi politik tersebut, dari problematika terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan agar generasi muda tak sekedar menjadi pemilih dalam Pemilu 2019, tetapi yang terpenting memenangkan hati rakyat.

Di antaranya yaitu :

Pertama, menciptakan ruang politik yang sehat di media sosial. berperan untuk lebih mementingkan visi, misi, program peserta pemilu ketimbang isu dengan sentimen SARA, Hoax atau berita bohong.

Kedua, Politisi muda hendaknya mengidentifikasi calon-calon bermasalah hukum dengan mengidentifikasi rekam jejak dari setiap calon.

Ketiga, merebut kepemimpinan dengan cara bermartabat yakni dengan adu gagasan, ide serta yang di aplikasikan langsung pada masyarakat dengan Kampanye politik cerdas, berintegritas serta dapat di pertanggungjawabkan.

Berintegritas adalah integritas politik yang bersendikan nilai-nilai universal seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab.

Meskipun dunia politik Indonesia sedang mengalami penurunan kepercayaan pada masyarakat, namun politisi muda masih ada harapan untuk menjadi politisi yang baik yaitu dengan berbekal pendidikan karakter dan ideologi. Nantinya diharapkan ketika duduk di parlemen sebagai anggota legislatif tidak hanya duduk dan diam namun mampu berbicara dan memperjuangkan harapan Rakyat yang digantungkan kepadanya.

Tulis Komentar Anda Disini