OKESULTRA.COM, KENDARI – Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menggelar pertemuan tahunan membahas pertumbuhan ekonomi daerah di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (18/12).

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 dengan tema “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan” ini dihadiri oleh pelbagai pemangku kepentingan baik itu dari unsur pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, juga dihadiri oleh pelaku usaha yang berinvestasi di wilayah Sultra.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Minot Purwahono mengaku berterimakasih atas sinergitas berbagai pihak yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra.

“Perekonomian Sultra pada triwulan 3 2018 tumbuh 6,5 persen, diatas pertumbuhan perekomonian nasional yang hanya 5,2 persen. Dan itu menjadi pertumbuhan tetinggi ketujuh secara nasional,” ungkap Minot.

Minot menjelaskan, pada 2019 mendatang, perekonomian global akan penuh ketidakpastian. Pada 2019 diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya sebesar 3.7 persen dan masih akan didominasi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China.

“Inflasi yang tinggi membuat Bank Sentral seperti the Fed menaikkan suku bunga dan ini berdampak pada kondisi moneter di negara lain. Hubangan dagang yang memanas antara AS dan beberapa negara masalah Brexit di Inggris juga memberi dampak pada perlambatan itu,” ucap Minot.

Minot melanjutkan, penguatan mata uang Dollar Amerika berdampak pada mata uang negara-negara berkembang sepeeti Indonesia. Namun demikian, perekonomian Indonesia diperkrakan akan tetap positif.

“Untuk 2019, kami perkirakan perekonomian kita tetap tumbuh positif meski di bawah bayang-bayang perang dagang Amerika Serikat dengan berbagai negara,” pungkasnya.(A)


Laporan: Ronal
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini