OKESULTRA.COM, KENDARI – Polda Sultra hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti terkait kasus dugaan tindak pidana administrasi kependudukan Andi Tendri Awaru yang dilaporkan oleh Moh Kasad.

“Saya sudah kordinasi dengan penyidiknya, bahwa kasus tersebut masih dalam  tahap lidik untuk pengumpulan barang bukti,” jelas Kasubbid Penmas, Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi saat dikonfirmasi Okesultra.com melalui WhatsAppa, Senin (18/2/2019).

Kompol Agus menjelaskan bahwa hingga saat ini gelar perkara atas laporan tersebut belum dilakukan. “Gelar perkara belum dilaksanakan,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Kompol Agus menjelaskan, Andi Tendri Awaru dilaporkan oleh Muh Kasad atas beberapa dugaan tindak pidana.

Salah satu kasus yang dilaporkan, lanjut agus adalah tentang dugaan tindak pidana administrasi Kependudukan.

Dimana, Kasad melaporkan Andi Tendri Awaru karena diduga mengubah akta/kartu keluarga. Dimana dalam akta tersebut dicantumkan nama seorang anak yang diklaim sebagai anak dari Muh Kasad dan Andi Tendri Awaru. Padahal, Kasad belum mempunyai anak kandung maupun anak angkat dengan Andi Tendri.

Sementara itu seperti diberitakan Okesultra.com sebelumnya, Andi Tendri Awaru yang dikonfirmasi pada Sabtu (22/12/2018) membantah tuduhan dan laporan Kasad.

“Anda mengatakan mantan suami ini darimana anda dapat informasi. Kalau anda bilang mantan, saya tuntut anda, bila perlu Pak Kasad juga saya tuntut,” kata Andi Tendri.

Andi Tendri mengaku belum dipanggil Polda atas laporan tersebut. “Tidak ada yang kayak begitu, kalau dia yang melapor, dia gila, saya belum dipanggil di Polda, jangan dinaikkan dulu,” katanya.

“Saya belum dipanggil mengenai pemalsuan buku nikah atau apalah,” sambungnya.

Andi Tendri kembali menegaskan bahwa ia belum di panggil Polda. Bahkan ia meminta wartawan tak memuat beritanya dan mengancam akan menuntut wartawan yang memuat beritanya.

“Jangan muat de, kebenarnya itu belum dipastikan ya, tidak ada yang kayak begitu, beliau masih sah suami saya, saya belum dipanggil sama sekali dari Polda terkait pemalsuan asal usul nikah, saya tuntut itu,” katanya.

Namun, belakangan ia mengaku pernah dimintai klarifikasi oleh Polda Sultra terkait pemalsuan akta.

“Saya ada klarifikasi tentang akta, tapi akta itu bukan saya yang buat, itu saja. Jangan pernah muat berita itu, saya tidak mau tau, ini masalah pribadi saja,” tutupnya. (waa).


Tulis Komentar Anda Disini