Kasubag Humas Polres Baubau, Iptu Suleman saat Prees Release, Minggu (27/01). (Foto: abn/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, BAUBAU – Aktor utama pelaku pembakaran rumah La Ode Sahrun (Ayub), yang menyebabkan terjadinya bentrok antara kelompok pemuda Tanah Abang dan kelompok pemuda Kanakea Kamis (24/1/2019) malam, akhirnya ditangkap oleh aparat Kepolisian di lingkungan Kanakea.

Kasubag Humas Polres Baubau, Iptu Suleman saat Prees Release, Minggu (27/01) dijelaskan, sebelum terjadinya pembakaran, dua orang pemuda dengan menggunakan sepeda motor mendatangi rumah Ayub yang kemudian melakukan pelemparan.

Setelah itu, datang lagi tiga orang pemuda yang kemudian langsung mengambil botol bensin dan korek api dari warung yang tidak jauh dari lokasi, kemudian botol bensin dilemparkan kerumah korban dan di nyalahkan korek api tersebut sehingga membakar rumah korban.

Dikatakan lagi, motif pelaku diduga merupakan aksi balasan yang dilakukan atas tindakan penganiayaan dilakukan oleh adik kandung La Ode Sahrun (Ayub) bernama La Ode Irsan (Abang).

Usai melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi, pihak kepolisian berhasil mengetahui identitas pelaku dan kemudian pelaku tertangkap.

Barang Bukti yang diamankan berupa pecahan botol tempat penyimpanan bensin dan batu yang digunakan untuk melempar serta beberapa beda lainnya bekas sisa pembakaran.

Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Ronald Arron Maramis, SIK menambahkan pelaku pembakaran berinisial FN (22) yang telah ditangkap oleh timnya merupakan aktor intelektual.

“Kami menyebutnya aktor utama pembakaran, karena dia yang mengambil bensin dan korek api serta dia juga yang melakukan pembakaran pada awalnya,” kata Ronald.

Pihaknya juga telah melakukan pengembangan dan disampaikan pula, masih akan ada tersangka lain yang akan diamankan terkait dengan pembakaran tersebut, kini anggotanya sedang melakukan pencarian terkait tersangka lainnnya.

Diungkapkan pula, untuk penganiayaan yang merupakan rentetang dari kejadian tersebut ada tiga dan untuk dua penganiayaan, pelaku sudah teridentifikasi oleh pihaknya dan sedang dilakukan pengejaran.

Untuk satunya yang merupakan korban penembakan, belum bisa teridentifikasi karena pihaknya masih merujuk korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makasar untuk dilakukan observasi.

Setelah nantinya sudah dilakukan tindakan kepada korban, pihaknya nanti akan mengetahui. Karena belum dilakukan tindakan, pihaknya masih memprediksikan dan belum bisa menyimpulkan apakah benar proyektil yang ada dalam kaki korban akibat luka tembak atau luka akibat senta tajam lainnya. (abn/asl)


Tulis Komentar Anda Disini