Kuasa Hukum PT GSM, Andre Dermawan
Kuasa Hukum PT GSM, Andre Dermawan (tengah), Managing Director PT GSM, Fahri (kanan) dan Humas PT GSM, Herman (kiri). (Foto : Wiwid/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Kuasa hukum PT Gerbang Multi Sejahtera (PT GMS), Andre Dermawan, mengatakan bahwa hanya sebagian kecil warga Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menolak kehadiran PT GSM untuk melakukan aktifitas pertambangan di Laonti.

Bahkan, Andre menyebut bahwa sebagian besar warga Laonti justru menginginkan PT GSM segera melakukan aktifitas pertambangan di daerah itu.

“Mengenai penolakan,menurut kami ada beberapa orang saja yang melakukan sabotase yang menyatakan PT GMS ini tidak berhak datang menambang dan menurunkan alat berat. Sabotase itu tidak secara keseluruhan mengatasnamakan warga Laonti. Kita sudah identifikasi, hanya beberapa orang saja yang menolak,” jelas Andre kepada wartawan, Sabtu (14/4).

“Justru sebagian besar warga Laonti menerima kehadiran kami. Bahkan warga pernah menyurat agar PT GSM segera beroperasi. Karena sejak 2011 IUP kami belum beroperasi,” tambah Andre.

Mengenai tuntutan sebagian warga, Andre menjelaskan bahwa, sebelum kejadian penolakan dan penghadangan penurunan alat berat milik PT GSM, warga dan PT GSM sebelumnya sudah pernah difasilitasi oleh DPRD Konsel dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 2017 lalu. Seluruh unsur, baik pemerintah, BLH, warga desa dan perusahaan sendiri sudah bertemu dan hasilnya merekomendasikan agar PT GSM segera beroperasi dilahan warga yang sudah dibebaskan.

“Atas dasar itulah kami berani memasukan alat berat ke Laonti dan berusaha agar segera melakukan aktifitas pertambangan. Namun malah ada sebagian warga yang menyabotase kami mengatasnamakan warga Laonti, padahalkan tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sangi-Sangi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konsel, Misrawati juga membenarkan pernyataan pihak PT GSM.

“Iya. Kalau untuk warga saya itu yang melakukan penolakan tidak cukup 20 orang. Sementara yang lain sudah setuju,” jelas Misrawati kepada wartawan.

Misrawati mengatakan, sebagai pemerintah dirinya mendukung aktifitas PT GSM di Laonti, asal pihak perusahaan memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan dan memnubi kewajibannya terhadap warga.

Laporan : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini

loading...