OKESULTRA.COM, KENDARI – Kepala Seksi Pemetaan WIUP dan Pemberian IUP Mineral Logam dan Batubara, Dinas ESDM Sultra, Nining Rahmatia mengatakan, PT Kyara Sukses Mandiri (PT KSM) hanya boleh melakukan pengangkutan mineral logam, selain itu tak diperbolehkan.

Jika PT KSM melakukan aktivitas di luar IUP OPK mineral logam, kata dia, maka perusahaan tersebut sudah menyalahi aturan.

Nining juga mengatakan, jika terbukti bersalah maka ESDM Sultra akan melakukan pencabutan IUP.

“Jika (PT KSM) melakukan pengangkutan diluar dari mineral logam tidak diperbolehkan. Jika betul melakukan pengangkutan batubara. Kita surati dan bisa saja ditutup IUPnya. Dia tidak bisa memuat komoditi lain selain mineral logam” tegasnya.

Nining juga menyoroti PT KSM beralamat di Jakarta. Mid Plaza 1 lantai 17, Jln Jendral Sudirman Kav 10-11, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Perusahaan itu seharusnya memiliki kantor cabang di Sultra dan memperkenalkan penanggung Jawab Perusahaan di Daerah dengan ESDM.

“Kantor cabang harus ada di sultra. Biar kita bisa koordinasi dan itu wajib hukumnya. Tidak boleh hanya beralamat di jakarta, harus ada kantor cabang juga di daerah” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga telah salah menerbitkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP OPK) Pengangkutan dan Penjualan PT Kyara Sukses Mandiri (KSM).

PT KSM mendapatkan satu (1) IUP OPK dari PTSP Sultra dengan dua komoditi. Mineral, dan Batubara. Jika merajuk pada surat edaran Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) No 11. E/30/DJB/2011 tentang klasifikasi badan usaha dibidang pertambanagn dalam akta pendirian badan usaha.

Bunyi surat edaran tersebut memaparkan, badan usaha yang akan menjadi peserta lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) mineral logam dan batu bara serta badan usaha yang akan mengajukan permohonan WIUP mineral. Bukan logam dan batuan. Dalam akta pendiriannya juga harus mencantumkan bergerak dibidang usaha pertambangan dan dapat gabung dengan sektor perindustrian, perdagangan, perhubungan, energi, dan penanaman modal.(waa)


Tulis Komentar Anda Disini

loading...