OKESULTRA.COM, KENDARI – Seorang remaja berusia 13 tahun bernama Sultan, warga Jalan Betebete Nomor 12 A Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari ditangkap tim buru sergap dari Satuan Reserse Kriminal Polres Kendari.

Sultan ditangkap atas kasus pencurian dengan pemberatan yang dilakukannya. Ia tak sendiri, “partner in crime-nya” bernama Ahmad Huraira (29), warga Mawolombalata, Mandonga, yang sehari-hari bekerja sebagai supir juga turut ditangkap.

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi pada konferensi media, Jumat (11/1/2019) mengatakan, keduanya ditangkap atas dugaan telah melakukan tindak pidana pencurian pada Jumat, 4 Januari 2019 lalu.

“Kronologi kejadiannya itu pada tanggal 4 Januari 2019 sekitar pukul 04.00 WITA korban atas nama Tini sedang menjaga warung yang terletak di Jalan Budi Utomo, Kelurhan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari,”.

“Saat itu korban sedang tertidur, pada saat saat korban terbangun dari tidurnya barang korban berupa sebuah handphone merek VIVO Y 83 yang berwarna merah beserta uang tunai senilai Rp1.000.000 yang disimpan dalam kios korban telah hilang,” ungkap Jemi.

Akibat kejadian tersebut, lanjutnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp4.000.000. Sedangkan motif yang lakukan oleh tersangka adalah untuk memiliki dan terdesak dengan kebutuhan ekonomi.

“Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka yaitu Ahmad Huraira menyuruh Sultan masuk ke dalam kios untuk mengambil barang–barang berharga yang ada di dalamnya, sedangkan Ahmad Huraira menunggu di pinggir jalan degan posisi yang masih berada di atas kendaraan sambil memantau situasi,” imbuhnya.

Dari hasil introgasi terhadap kedua tersangka, terungkap bahwa tersangka Sultan sebenarnya telah melakukan tindak pidana pencurian sebanyak 20 kali. Namun ia selalu berhasil lolos dari jerat hukum.

“Untuk tersangka Sultan ini sudah 20 kali mencuri, pernah mencuri emas 200 gram, uang tunai 50 juta sebanyak dua kali tapi selalu lolos dari jerat hukum karena dia masih di bawah umur,” tambahnya.

Kedepannya, Kapolres mengaku akan melakukan komunikasi dengan pihak terkait seperti Kejaksaan dan Lapas Anak guna mencari jalan agar tersangka Sultan tak lagi bisa lolos dari jerat hukum karena perilakunya telah meresahkan masyarakat.(jar)


Tulis Komentar Anda Disini