OKESULTRA.COM, KENDARI – Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tahun 2018 lalu ternyata masih menyisahkan masalah. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Konsel sebagai panitia lokal diduga tidak memberikan tambahan poin 10 kepada belasan peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang berasal dari putra putri daerah Konsel.

Hal itu diungkapkan beberapa putra – putri daerah Konsel peserta seleksi CPNS yang enggan menyebutkan namanya kepada Okesultra.com, Sabtu (12/1/2019).

“Ada sekitar 15 orang atau lebih putra – putri daerah Konsel yang tidak mendapat tambahan poin 10 pada tahap Seleksi Kompetensi Bidang,” bebernya kepada Okesultra.com.

Padahal, berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara, Raformasi Birokrasi, prihal tatacara penilaian integrasi hasil SKD dan SKB yang ditujukan kepada pejabat pembina kepegawaian daerah di poin 5.

Dan, Peraturan Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2018 tentang kreteria penetapan kebutuhan PNS dan pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018 pada poin B dijelaskan pelaksanaan seleksi kompetensi bidang, bahwa putra/putri daerah setempat yang mendaftar formasi umum untuk jabatan guru dan tenaga kesehatan pada satuan unit kerja instansi daerah kategori terdepan, terluar, terpencil, tertinggal dan tidak diminati (5T) berdasarkan data kementrian pendidikan dan kebudayaan, kementrian kesehatan dan kementrian agama diberikan tambahan nilai pada seleksi kompetensi bidang sebesar 10 dari total nilai SKB yang dibuktikan dengan alamat pada kartu keluarga atau yang bersangkutan memiliki ijasah SD/SMP/SMA di wilayah yang sama pada satuan unit kerja di kecamatan/distrik yang dilamarnya.

Kepada Okesultra.com, putra – putri daerah Konsel yang tak diberi tambahan poin 10 oleh BKD Konsel menceritakan kronologi perjuangan mereka mendapat poin 10 yang menjadi hak mereka.

Berikut penuturanya kepada Okesultra.com :

Awalnya, panitia daerah Konsel meminta kesediaan para peserta SKB yang masuk dalam daftar sekolah dan puskesmas untuk mengkonfirmasikan diri ke panitia, dan meminta peserta mengumpulkan berkas di BKD Konsel pada hari Senin 17 Desember 2018 berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan Kartu Keluarga (KK) asli atau Ijazah beserta foto copy nya yang sesuai dengan alamat instansi yang dilamarnya yakni sesuai Kecamatan.

Panitia memberikan waktu hingga jam 2 siang, sebab hari Selasa akan dibawa ke Jakarta untuk di pemberkasan Rekonsiliasi data CPNS.

“Tentu saja hal ini disambut bahagia oleh para peserta yang masuk kategori putr- putri daerah 5T tersebut, sebab dengan tambahan 10 point maka menjadi penyelamat bagi mereka untuk masuk jadi CPNS 2018,” katanya.

Benar saja, pada hari Senin, 17 Desember 2018, putra/putri daerah Konsel berbondong-bondong menyetorkan berkasnya pada panitia, ada yang dari daerah Laonti, Moramo Utara, Laeya, Basala, Lalembu dan banyak lagi.

Peserta kemudian mengantri untuk diperiksa datanya oleh panitia, ada 2 panitia pemeriksa berkas, panitia 1 menscen data KTP & KK yang asli, meyesuaikan KTP dan KK dengan alamat sekolah/puskesmas yang dilamar dan meminta fotocopy nya, serta mengajukan beberapa pertanyaan pendukung.

Dan panitia ke 2, mengecek kesesuaian berkas identitas peserta dengan data di akun SSCN CPNS, dan meminta nomor peserta SSCN.

Malam harinya, group WhatsAppa SKB KONSEL mulai ramai mempertanyakan berapa orang yang lolos pemberkasan putra/putri daerah, namun panitia tidak menyebutkan secara sepesifik, intinya lebih dari 10 kata panitia.

Kemudian pada hari Kamis, 3 Januari 2019, pengumuman kelulusan CPNS Konsel tersebar baik di group WhatsApp SKB Konsel maupun di Facebook BKPSDM Konsel, namun keanehan terjadi, tidak ada satupun nama putra – putri daerah Konsel yang masuk pada daerah 5T yang mendapat tambahan nilai 10 point.

“Mengenai tidak adanya putra putri daerah yang mendapat tambahan 10 point bisa dicek sendiri datanya, diketerangan tidak ada yang punya keterangan PD atau Putra Daerah. Hal ini membuat banyak putra/putri daerah kecewa berat, bagai diberikan harapan palsu. Entah apa alasannya,” katanya.

Tak berhenti disitu, para peserta putra putri daerah Konsel ini lalu mempertanyakan kepada panitia mengapa tak mendapat tamabahan 10 point tes SKD.

Kemudian panitia menjawab bahwa bukan kewenangan panitia menjawab dan diarahkan untuk bertanya kepada atasan mereka.

Kemudian oleh panitia, peserta diminta langsung datang ke Kantor BKD Konsel agar meminta penjelasan secara langsung.

Pada hari Senin, beberapa peserta datang ke BKD Konsel untuk bertemu dengan Kepala BKD dengan harapan mendapatkan penjelasan tentang tidak adanya penmabahan nilai pada putra daerah 5T.

“Namun ternyata Kepala BKD tidak berada di tempat, sedang keluar kota. Peserta menelpon panitia CPNS berkali-kali namun tidak diangkat malahan dtotolak, saat di WhatsApp hanya dibaca tanpa balasan. Akhirnya staf menyuruh untuk menemui sekertaris BKN, peserta menuturkan maksud dan tujuan, menceritakan dari awal hingga akhir, namun lagi-lagi peserta tidak mendapatkan jawaban apapun,” bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, Okesultra.com belum berhasil mengkonfirmasi pihak BKD Konsel.(waa/a)


Tulis Komentar Anda Disini

loading...