OKESULTRA.COM, KENDARI – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan anggota DPRD Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (7/1/2018) sekitar pukul 11.30 Wita di Kantor DPRD Bombana berujung ricuh.

Sang Ketua DPRD Bombana, Andi Firman diduga mencabut keris/badik dan diduga mengancam anggota DPRD yang lain.

Hal itu diungkapkan salah satu anggota DPRD Bombana dari Partai Golkar, Heriyanto. “Iya betul dinda, ada terjadi kericuhan, kejadianya kemarin (Senin, 7 Januari 2019),” jelas Heriyanto saat dihubungi Okesultra.com, Selasa (8/1/2019).

Heriyanto juga membenarkan bahwa Ketua DPRD Bombana Andi Firman sempat mencabut keris dan mengancam anggota DPRD lainnya. Sesaat setelah itu, lanjut Heriyanto, ada beberapa orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam ruang rapat dan terjadi keributan.

Ia tak merinci apa yang melatar belakangi Katua DPRD sampai mencabut keris.

“Jadi pada saat rapat bersama dengan anggota DPRD lainnya, setelah rapat berjalan, tiba – tiba Ketua DPRD mencabut keris dan mengancam anggota dewan lain, dia bilang ‘ini mau cari solusi’ atau cari masalah,” kata Heriyanto.

Ia juga mengaku sempat menjadi korban lemparan. “Saya juga sempat kena lemparan gelas aqua,” katanya.

Kasus pencabutan senjata tajam itu lalu dilaporkan ke Polres Bombana. “Kejadian sudah dilapor ke Polres Bombana sesaat setelah kejadian,” katanya.

Saat dikonfirmasi Okesultra.com melalui WhatsApp, Ketua DPRD Bombana Andi Firman tidak merespon. Begitu pula saat coba dikonfirmasi melalui sambungan telefon, Okesultra.com juga tak mendapat jawaban dari Andi Firman.(waa/a)


Tulis Komentar Anda Disini