OKESULTRA.COM, KENDARI – Video maupun berita keributan sesama anggota DPRD Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terjadi pada Senin, 7 Januari 2019 hingga insiden pencabutan keris yang dilakukan Ketua DPRD Bombana Andi Firman viral di media sosial.

Tak pelak, peristiwa yang juga diulas oleh media Tv nasional itu mendapat beragam komentar dari netizen. Banyak netizen yang berkomentar bahwa kejadian itu sangat memalukan.

Anggota dewan yang seharunya menjadi contoh dan panutan masyarakat malah mempertontonkan hal memalukan.

Memalukan. Tidak pantas menyandang gelar wakil rakyat yang terhormat,” tulis akun Facebook Muh Arisadin seperti dilihat Okesultra.com, Rabu (9/1/2019).

Apapun alasanya, DPR adalah wakil rakyat, dan perlakuan itu tidak mendidik,” sambung akun facebook Untung Basuki.

Netizen pemilik akun Be N Ha juga mengatakan bahwa mentalitas yang ditunjukan DPRD Bombana tidam patut di contoh.

Mentalitas wakil rakyat yang tidak patut di contoh, 2019 ganti DPRD,” tulisnya.

Seperti diketahui, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan anggota DPRD Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (7/1/2018) sekitar pukul 11.30 Wita di Kantor DPRD Bombana berujung ricuh.

Sang Ketua DPRD Bombana, Andi Firman diduga mencabut keris/badik dan diduga mengancam anggota DPRD yang lain.

Hal itu dibenrakan salah satu anggota DPRD Bombana dari Partai Golkar, Heriyanto. “Iya betul dinda, ada terjadi keributan, kejadianya kemarin (Senin, 7 Januari 2019),” jelas Heriyanto saat dihubungi Okesultra.com, Selasa (8/1/2019).

Heriyanto juga membenarkan bahwa Ketua DPRD Andi Firman sempat mencabut keris dan mengancam anggota DPRD lainnya. Sesaat setelah itu, lanjut Heriyanto, ada beberapa orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam ruang rapat dan terjadi keributan.(waa/a)


Tulis Komentar Anda Disini