OKESULTRA.COM, KENDARI – Safran Kurnia secara resmi diberhentikan dari anggota KPU Kabupaten Buton oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia (RI).

Putusan itu dibacakan DKPP saat menggelar sidang dengan agenda pembacaan 16 putusan dari 18 perkara dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu di Ruang Sidang DKPP, Gedung Bawaslu RI, Jalan MH. Thamrin No 14, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/2/2019).

Sidang itu dipimpin oleh Ketua majelis Prof. Muhammad bersama anggota majelis Prof Teguh Prasetyo, Dr Ida Bhudhiati dan Dr. Alfitra Salam.

Didalam sidang, DKPP memutuskan mengeluarkan empat sanksi berupa pemberhentian tetap terhadap tiga penyelenggara Pemilu. Salah satunya adalah Safran Kurnia.

“Tiga orang tersebut adalah Sarfan Kurnia yang diberhentikan sebagai Anggota KPU Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (nomor perkara 298/DKPP-PKE-VII/2018),’ tulis DKPP dalam rilis resmi yang diterima Okesultra.com, Selasa (19/2/2019).

Sebelumnya, Safran diadukan La Ode Sulman  tidak layak menjadi penyelenggara pemilu karena tidak memenuhi syarat wajib mengundurkan diri dari partai politik sekurang-kurangnya lima tahun pada saat mendaftar sebagai calon penyelenggara pemilu.

Diketahui Safran pernah menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari PKPI pada tahun 2014.(waa).


Tulis Komentar Anda Disini

loading...