OKESULTRA.COM, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah, utamanya Nikel.

Hal itu terbukti dengan banyaknya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Sultra. Apalagi saat ini, sektor pertambangan di Sultra sudah mulai beraktivitas.

Namun sayang, sektor pertambangan justru dinilai belum memberi kontribusi positif bagi perekonomian di bumi anoa ini.

Penilaian itu diungkapkan oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi saat membacakan pidatonya dalam peresmian Smelter milik PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe Sultra, Senin (25/2/) yang juga dihadiri Menteri Perindusterian RI, Airlangga Hartarto.

“Bapak Menteri, kami sampaikan bahwa sektor pertambangan belum maksimal memberikan kontribusi bagi perekonomian di daerah, karena daerah hanya mendapat penerimaan bukan pajak, seperti jamrek dan royalti yang dibagi bagi kepada Pemerintah pusat, Provinsi dan pemerintah Kabupaten,” jelas Ali Mazi.

Untuk itu, lanjut Ali Mazi, Pemprov Sultra sedang melakukan evaluasi penerimaan daerah dari sektor tambang agar dapat memberi kontribusi yang positif bagi daerah.

“Kami sedang mengevaluasi Pak Menteri, agar bagaimana sektor pertambangan dapat berkontribusi positif bagi daerah, sayang kalau daerah Sultra ini tak mendapat pemasukan yang besar dari sektor tambang, mengingat Sultra salah satu daerah yang banyak nikelnya,” katanya.(waa).


Tulis Komentar Anda Disini