Jajaran Pasukan Anti Huru-hara (PHH) Lanud Haluoleo Kendari saat melaksanakan latihan dan simulasi pengamanan Pemilu presiden dan legislatif 2019. (Foto: Istimewa).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Jajaran Pasukan Anti Huru-hara (PHH) Lanud Haluoleo Kendari melaksanakan latihan dan simulasi pengamanan Pemilu presiden dan legislatif 2019 pada Senin (11/2).

Latihan penanggulangan huru hara yang dilakukan oleh Lanud HLO tersebut dalam rangka menguji kesiapan pasukan untuk pengamanan Pemilu 2019.

Pelaksana Harian (Plh) Danlanud HLO, Mayor Kal AA Dalimunthe mengatakan kegiatan ini adalah tindak lanjut dari perintah komando atas.

“Ini perintah dari Mabes AU turun ke Koopsau II, lalu kemudian ke Lanud HLO untuk menguji coba latihan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019. Ini untuk menjadi gambaran bagi setiap anggota apabila terjadi hal seperti ini dikemudian hari,” jelas Dalimunthe.

Dalam simulasi tersebut digambarkan ratusan massa Masyarakat Peduli Demokrasi (MPD) melakukan aksi demonstrasi di Bandara Halu Oleo, massa yang satang merasa tidak puas pada penyelenggaraan tahapan Pemilu dan menuding KPU Sultra tidak netral.

“KPU tidak netral, bubarkan KPU. KPU sudah menjadi alat politik,” teriak massa aksi.

Aksi protes yang terjadi di salah satu objek vital tentu mendapat respon dari Lanud HLO yang bertanggung jawab atas keamanan di wilayah Bandara.

Lanud HLO pun langsung menerjunkan pasukan sebanyak 1 kompi atau 100 personel Pengendali Huru Hara dalam mengamankan demonstran.

Simulasi berlanjut dengan bentrok termasuk pembakan ban bekas dan aksi lemparan batu dan kayu ke pihak keamanan Lanud. Personel Lanud HLO kemudian memukul mundur demonstran dengan menembakkan water canon.

Akibat dari bentrokan itu, dua demonstran menjadi korban dan dalam kondisi kritis pasca saling dorong dan terkena tembakan meriam air. Korban pun segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Pelaksana Harian (Plh) Danlanud HLO, Mayor Kal AA Dalimunthe mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah komando atas.

“Ini perintah dari Mabes AU turun ke Koopsau II, lalu kemudian ke Lanud HLO untuk mengujicoba latihan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019. Ini untuk menjadi gambaran bagi setiap anggota apabila terjadi hal seperti ini di kemudian hari, mereka sudah tau harus berbuat apa,” tambah Dalimunthe.

Lanjutnya, giat emacam ini rutin digelar setiap tahunnya, dan untuk kali ini adalah proses pemantapan personel Lanud agar lebih responsif dalam menghadapi apabila terjadi hal yang demikian.

“Pada latihan ini kami libatkan hanya personel Lanud HLO dan Avsec Bandara Ini yang kami simulasikan adalah gelombang massa yang kecil, apabila pada kejadian sebenarnya gelombang massanya besar, kami pasti akan melibatkan, meminta bantuan dari satuan samping yang bermarkas dekat dengan bandara ini seperti Yonif 725/Wrg, Polda, dan Brimobda Sultra,” tutur Dalimunthe.

Pihaknya mengahrapkan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada April mendatang, akan berjalan lancar dan tak ada gejolak.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini