OKESULTRA.COM, KENDARI – Aksi afirmasi didefinisikan sebagai langkah strategis untuk mengupayakan kemajuan dalam hal kesetaraan dan kesempatan bagi kelompok-kelompok tertentu seperti kaum perempuan atau kelompok minoritas lain yang kurang terwakili dalam posisi-posisi strategis.

Harapan terhadap peningkatan representasi perempuan terus mengemuka dalam pemilu, dengan satu tujuan terakomodirnya peluang dan kesempatan perempuan Indonesia untuk maju.

Hal inilah yang sampaikan Peneliti Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak Universitas Halu Oleo, Dra. Hj. Sartiah Yusran, M.Ed.,P.hD dalam kegiatan sosialiasasi kepemiluan dengan mengangkat tema Spirit Pemilih Pemula Perempuan pada Pemilu 2019 di Kota Kendari.

Kegiatan tersebut digagas Komisi Independen Pemantau Pemilu Sultra (KIPP) Sultra ini juga dihadiri oleh Ketua KPU Kendari, Jumwal Saleh bersama anggota KPU Kendari, Asril dan tentunya Ketua KIPP Sultra, Muhammad Nasir yang berlangsung di salah satu cafe di Kendari, Jumat (15/2/2019).

“Perempuan dalam pemilu kadang-kadang mengabaikan budaya ini yang perlu diubah, tidak ada alasan untul tidak memilih,” jelas Sartiah.

Lanjutnya, perempuan memiliki peran besar dalam kepemiluan.

“Proses pngambilan kebijakan tidak bisa kalau tidak ada perempuan, dengan angka pemilih pemula perempuan yang cukup besar tentu aksi afirmasi menjadi kunci, memang kendal baik internal maupun eksternal akan terus muncul namun jangan membuat perempuan tak bersemangat,” jelasnya.

“Ini menginspirasi saya, pemilih pemula harus berkualitas karena ada substansi dalam pemilu, kita harus mengarahkan perempuan dalam memilih calon yg cerdas, nantinya saya akan meminta inti masalah dalam dari pemilib perempuan,” ungkap Sartiah.

Sementara itu, Ketua KIPP Sultra, Muhammad Nasir mengatakan pihaknya fokus dalam mengamati pemilih perempuan muda sesuai data KPU Sultra yang menujukkan angka yang cukup tinggi.

“Data KPU ada 37 persen pemilih yang berada di usia 17-30 tahun dan paling aktif di media sosial, kita angkat tema ini saya lihat lagi buming dan memang sangat penting, pemantauan itu wajib dan suatu keharusan ada pemantau pengawan pemilu di masyarakat untuk menciptakan pemilu cerdas dan pengawasan cerdas,” terang Nasir.

Nasir juga memberi tips sebagai pemilih pemula yakni terdaftar sebagai pemilu, menentukan dan mencermati calon dengan benar, mengetahui tata cara pemilihan, memonitor dan memantau jalannya proses pemilu serta melaporkan jika ada dugaan pelanggaran yang terjadi.

“Urgensi pemantau pemilu adalah hak asasi jadi pemilu diharapkan menjadi objektif, demokratis dan berjalan baik,” tutup Nasir. (asl)


Tulis Komentar Anda Disini