Komisoner Bawaslu Sultra, kordiv Pengawasan dan hubungan antar lembaga, Munsir Salam. (Foto: asl/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Tabloid bermuatan politik ‘Indonesia Barokah’ saat ini belum ditemui di Sulawesi Tenggara. Meskipun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia melalui Gakkumdu memutuskan dalam tabloid tak ada unsur penyelenggran pemilu.

Komisoner Bawaslu Sultra, kordiv Pengawasan dan hubungan antar lembaga, Munsir Salam mengatakan meski pihaknnya belum menemukan tabloid tersebut, namun tetap akan mengambil langkah untuk meminimalisir peredaran tabloid.

“Kita belum temukan tabliod Indonesia Barokah, selain tabliod itu, juga kita juga mencari media lain semacamnya. Nantinya kita akan mengundang tidak hanya PT POS saja, tapi juga biro atau jasa pengiriman lain, dan kalau memungkinkan panitia masjid di kota Kendari dulu karena boleh jadi tidak lewat POS juga, kalau pengirimnya kan kita sudah tau, ada di Bekasi”. jelasnya saat dijumpai Sabtu (2/2/2019).

Bawaslu Sultra mengkwatirkan penyebaran tabloid akan menjadi polemik dan berpotensi meresahkan masyarakat bahkan menjadi alat pemicu konflik jelang pemilu 2019.

“Kekhawatirannya kalau bagi Bawaslu sebenarnya bukan hanya Indonesia Barokah tapi juga media-media lain pun itu bisa digunakan untuk saling menyerang melalui media,” terang Munsir.

Bawaslu Sultra juga telah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten/Kota mencari informasi terkait agar tak meluasnya peredaran tabloid.

“Sudah sejak seminggu yang lalu kita sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk berkoordinasi, bahkan pasca ditemukan pertama kali di Bogor, semuanya juga berkoordinasi dengan PT POS dulu, kalau ada pengirimannya akan memberi informasi ke Bawaslu,” tutupnya.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini