Tie Saranani saat menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kasus tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik. (Foto: asl/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Titing Saranani alias Tie Saranani menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaam kasus tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik Rektor UHO di Pengadilan (PN) Negeri Kendari, Kamis (31/1/2019).

Tie tiba di PN Kendari sekitar pukul 01.00 Wita, dengan berpakaian serba hitam dengan didampingi kuasa hukum dan kerabatnya, persidangan baru dimulai sekitar pukul 15.30 Wita, sebab dalam pantauan Okesultra.com saat itu sejumlah kasus lain juga sedang dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan dan sempat terjadi insiden listrik padam.

Dakwaan yang dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari yang diketuai Rizal.

Dalam sidang pembacaan surat dakwaan yang dipimpin Klik Tumargoni disebutkan bahwa kasus ini bermula pada April tahun 2018 dimana pemilik akun Tie Saranani diadukan tim bantuan hukum Rektor UHO atas dugaan pencemaran nama baik dan dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik(ITE).

Tak puas dengan isi dakwaan, tim pengacara Tie, Fatahillah, telah menyiapkan keberatan dalam persidangan lanjutan perkara.

“Kami akan mengajukan keberatan terhadap surat dakwaan,” jelasnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Fatahillah menyebut dakwaan yang dibacakan hanya sebatas keterangan saksi, sehingga membuat tim kuasa hukum akan mengambil langkah penolakan atau keberatan.

“Dari dakwaan yang diuraikan itu, kami melihat bahwa, informasi itu hanya sampai sebatas sebatas keterangan saksi saja, laporan saksi saja,dan alat bukti yang ditunjukkan berupa print out itu sumbernya hanya dari saksi, sehingga kami melihat dan patut untuk dieksepsi,” tambahnya.

Lanjut Fatahillah, untuk materi eksepsi untuk perkara tersebut sangat banyak dan tim juga perlu merumuskan dan menyiapkam lembaran eksepsi tersebut.

Fatahillah juga sempat melontarkan optimisme terkait perkara yang tengah membeli clientnya tersebut.

“Kami sangat optimis sekali pada prinsipnya, Tie Saranani itu tidak bersalah, kenapa kami sudah mengantongi beberapa buti dan argumentasi-argumentasi, Insya Allah Optimis,” tegasnya.

Rencana sidang selanjutnya akan diagendakan pada Kamis (7/2/2019) pekan depan.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini