Suasana Kota Baubau saat pecah tawuran antar kampung (foto:Abidin/Okesultra.com)
Suasana pengamanan kerusuhan Bone-Bone Tarafu (Bobota) saling serang beberapa waktu lalu. (Foto: Abidin/OKESULTRACOM).
Suasana pengamanan kerusuhan Bone-Bone Tarafu (Bobota) saling serang beberapa waktu lalu. (Foto: Abidin/OKESULTRACOM).

OKESULTRA.COM, BAUBAU – Terjadinya penganiayaan dengan menggunakan sebilah parang terhadap Hamsah Muslihi (32), warga Jalan Cakalang, Kelurahan Tarafu, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menyebabkan warga di kampung Bonebone – Tarafu (Bobota) kembali saling serang beberapa hari lalu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam membenarkan adanya penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang kepada warga di Kelurahan Tarafu.

Akibat adanya penganiyaan tersebut, sambung Daniel, membuat warga dua kelurahan bertetangga yakni Bone-Bone dan Tarafu saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan busur.

Setelah situasi mulai kondusif, polisi membagi dua kelompok untuk melakukan penyisiran di Kelurahan Bonebone dan berhasil mengamankan 26 pemuda.

“Mereka sementara diamankan untuk dilakukan pemeriksaan, apakah mereka semua terlibat dengan adanya tawuran ini,” katanya.

Konflik antar kedua kelurahan yang sudah sering terjadi ini membuat Kapolres Baubau menjadi geram hingga memerintahkan kepada anggotanya untuk menembak mati pelaku konflik di wilayah itu dan akan diberikan penghargaan.

“Bagi anggota yang menembak mati pelaku kerusuhan di wilayah Bonebone – Tarafu, akan saya beri penghargaan. Instruksi ini khusus di wilayah Bonebone – Tarafu saja, bukan Baubau secara keseluruhan,” tegas Daniel.

Tindakkan itu dilakukan apabila perusuh sudah mengancam jiwa orang lain ataupun anggota Polri.

Kini pihaknya masih menyiagakan personil Polres Baubau yang dibantu anggota Brimob serta anggota Polres Buton untuk mencegah terjadinya tawuran susulan.


Penulis: Abidin
Editor: Ronal Fajar

Tulis Komentar Anda Disini