OKESULTRA.COM, KENDARI – PT. Gema Kreasi perdana (GKP) melalui kodinator humasnya kembali membantah keras tudingan Jaringan Advokasi Tambang (jatam) melalui pemberitaanya menyebutkan bahwa PT GKP telah menerobos lahan masyarakat desa Sukarela Jaya pada 22 Agustus lalu.

Humas PT GKP, Marlion mengungkapkan bahwa tudingan yang dilayangkan Jatam terkesan ingin membuat gaduh suasana yang kini telah kondusif, terlebih menuding pihak kepolisian mengawal ketat aksi penyerobotan lahan yang dilakukan PT GKP.

“Kami adalah perusahaan yang taat dengan peraturan perundang-undangan sehingga kami lengkapi semua perizinan yang diperlukan. Kehadiran aparat kepolisian saat itu atas permintaan kami guna mengamankan jikalau terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Kami ingin melindungi aset dan karyawan-karyawan kami,” ungkapnya saat dihubunhi via celuler, Senin (9/9/2019) malam.

Dijelaskannya, Bagaimana mungkin pihaknya melakukan tindakan penyerobotan lahan serta kriminalisasi warga, sementara kegiatan PT GKP di lokasi itu legal sebab telah mengantongi ijin pinjam pakai kawasan hutan atau (IPPKH) dari kementrian Kehutanan.

“Kami perusahaan yang beradab dan sangat menghargai nilai nilai budaya, kearifan lokal, dan masyarakat setempat,” jelasnya.

Soal mengkriminalisasi warga, lanjutnya, justru karyawan PT GKP yang menjadi korban tindak kekerasan sejumlah warga, jadi yang pihaknya laporkan di Polda Sultra terkait penyekapan dan penganiayaan yang menimpa karyawan PT GKP.

“Kasus yang dialami oleh 10 karyawan GKP itu murni tindak pidana. Jadi kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk menangani hal tersebut dan diharapkan kedepannya tidak ada lagi pihak pihak yang coba memperkeruh suasana yang saat ini dalam keadaan tenang,” terangnya.

Laporan: Iwan

Tulis Komentar Anda Disini