Relawan BNPB saat melakukan evakuasi korban gempa bumi. (Foto: Istimewa).
Relawan BNPB saat melakukan evakuasi korban gempa bumi. (Foto: Istimewa).

OKESULTRA.COM, PALU – Pemberitaan yang viral di sosial media mengenai pengusiran tenda-tenda relawan BPBD se-Indonesia di halaman Kantor Bappeda Kota Palu, Selasa (9/10/18). Hal ini sontak menjadi perbincangan hangat bagi para relawan dan masyarakat kota Palu.

Berita yang beredar beberapa alasan dalam berita tersebut adanya kehilangan laptop di kantor Bappeda dan proses pembersihan lapangan apel mengingat instansi-instansi pemerintahan telah mulai beroperasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima mengungkapkan pihaknya telah mengkofirmasi kejadian tersebut, dan membantah adanya pengusirang sebagaimana yang telah beredar.

“Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel ASN (Aparatur Sipil Negara).”

Di bagian belakang kantor Bappeda adalah relawan dari BPBD Kab. Banggai Kepulauan dan mereka mendirikan dapur umum. Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara BPBD Bolsel dan BPBD Bitung berada dihalaman depan Kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lainnya. Mereka mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana sejak H+3 (1/10/2018).

Menurut informasi dari BPBD Prov. Sulteng terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Pasca gempa memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu.

Kehadiran relawan sejak H+3 (2/10/2018) dengan mendirikan tenda-tenda relawan BPBD dan lainnya ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal.

Setelah kejadian ini, Kepala Bappeda telah melapor ke Gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor. Maka diambil keputusan untuk mengosongkan halaman Kantor Bappeda. Selanjutnya BPBD Sulteng sudah mengajak relawan-relawan dari BPBD dari provinsi lain untuk berpindah ke halaman BPBD Provinsi Sulteng.

Gubernur Sulawesi Tengah pun telah mengkonfirmasi dan menolak jika dikatakan ada pengusiran. Menurutnya pemerintah provinsi meminta Kepala BPBD Sulteng untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi sebab kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8/10/ 2018.

“Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi karena dampak gempa belum di bersihkan dan lainnya. Selain itu sejak ASN aktif maka semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan.”

Perintah Gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan Kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda. Gubernur Sulteng mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se Indonesia yang hadir.

“Jadi tidak ada pengusiran, hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya “miss communication” dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. tutup Sutopo.


Laporan: Andise SL

Tulis Komentar Anda Disini