OKESULTRA.COM, KENDARI – Rapat internal para anggota DPRD Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (7/1/2019) sekitar pukul 11.00 Wita berujung ricuh. Ketua DPRD Bombana, Andi Firman mencabut keris/badik dari pinggangnya dan menghunuskan ke anggota dewan yang lain saat rapat baru berjalan 15 menit.

Menurut salah seorang anggota DPRD Bombana dari Golkar, Heryanto, peristiwa pencabutan keris oleh Andi Firman berawal dari perdebatan atas pertanyaan Wakil Ketua DPRD Bombama, Amiadin kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) soal perubahan DPA atau kebijakan di DPRD yang tidak melibat Amiadin yang juga unsur pimpinan DPRD Bombana.

“Saat itu Wakil Ketua Amiadin bertanya kepada sekretaris dewan : kenapa saya tidak diberitahu kalau ada perubahan DPA atau kebijakan DPRD, saya ini juga pimpinan,” kata Heryanto.

Lalu, kata Heriyanto, pertanyaan itu dijawab oleh Andi Firman dengan mencabut keris lalu berdiri dan mengatakan ‘ini mau mencari solusi atau cari masalah’. Andi Firman, lanjut Heryanto juga sempat menghunuskan kerisnya ke anggota dewan lain sambil berkata ‘ayo siapa yang mau’.

“Setelah kejadian itu, suasana langsung berubah kacau,” kata Heryanto kepada Okesultra.com, Selasa (8/1/2019).

Saat situasi sudah tidak kondisif, lanjut Heryanto, kemudian masuk beberapa orang yang tak dikenal masuk ke dalam ruang rapat DPRD dan membuat suasana semakin kacau. Saling pukul dan lempar melempar tak dapat terhindar.

“Saat sedang gaduh, tiba tiba muncul orang tak dikenal, bukan anggota dewan, bukan pegawai sekretariat tiba tiba masuk dan menambahan keributan. Usut punya usut mereka datang bersama dengan ketua,” kata Heryanto menambahkan.

Heryanto dan beberapa anggota dewan Bombana lainnya menyayangkan aksi yang dilakukan oleh Ketua DPRD dan langsung melaporkan tindak itu ke Polres Bombana.

“Membawa dan menguasai senjata tajam kan melanggar hukum, maka kami laporkan ke pihak berwajib,” tutupnya.(waa/a).


Tulis Komentar Anda Disini