Komandan Korem 143/Halu Oleo, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman usai ditemui usai memberikan arahan kepada Satgas TMMD di Desa Marobea Kec. Sawerigadi Kab. Muna Barat (Foto/Dadang Purnoto/OKESULTRACOM)
Komandan Korem 143/Halu Oleo, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman usai ditemui usai memberikan arahan kepada Satgas TMMD di Desa Marobea Kec. Sawerigadi Kab. Muna Barat (Foto/Dadang Purnoto/OKESULTRACOM)

OKESULTRA.COM, LAWORO – Danrem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman menuturkan bahwa TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilaksanakan melalui proses perencanaan secara integral dan komprehensif dengan sistem “Bottom Up Planning”. Dan ditindaklanjuti dengan sistem “Top Down”.

“Sasaran yang dikerjakan secara bersinergis dengan melibatkan semua instansi didaerah baik ditingkat pusat maupun daerah,” kata Dedi Nurhadiman usai ditemui usai memberikan arahan kepada Satgas TMMD di Desa Marobea Kec. Sawerigadi Kab. Muna Barat, Rabu (4/4/18) siang.

Ia menjelaskan bahwa, TMMD bertujuan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan bersifat maupun non fisik serta memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang hingga kondisi juang yang tangguh.

Dirinya juga menegaskan, TMMD diprioritaskan di daerah pedesaan yang tergolong sebagai daerah miskin/tertinggal, terpencil/terisolir, perbatasan/pulau-pulau kecil terluar, kumuh dan perkotaan yang belum tersentuh oleh pembangunan serta daerah lain yang terkena akibat bencana.

“TMMD telah berjalan selama 38 tahun dan telah berhasil membuka keterisolasian wilayah-wilayah terpencil didaerah, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan di Indonesia,” Ungkapnya.

Demikian halnya yang dilakukan di Muna Barat, seperti halnya pada pelaksanaan TMMD tahun 2016 yang lalu. Sasaran fisik TMMD pada tahun ini masih terfokus kepada penyiapan infrastruktur dasar di wilayah Muna Barat.

Laporan : Dadang Purnoto

Tulis Komentar Anda Disini