OKESULTRA.COM, JAKARTA – Marlion. SH selaku legal officer PT Gema Kreasi perdana kembali menepis beberapa tudingan yang dilayangkan oleh jaringan advokasi tambang (Jatam) dan Lembaga bantuan hukum (LBH) Makassar.

“Tudingan JATAM menyebut laporan di Polda sultra mengada ngada justru membuktikan bahwa mereka tidak tau tentang kondisi sebenarnya sebab, fakta yang terjadi, pada agustus lalu ada 10 orang karyawan Perusahaan yang disandera oleh sejumlah oknum masyarakat disana,” ungkap Marlion, Jumat (29/11/2019).

Bahkan, lanjut dia, saat aksi penyanderaan seorang warga sempat mengabadikanya lewat rekaman video dimana rekaman video tersebut sempat beredar luas di sosial media facebook.

“Inikan aneh ada korban penyanderaan lalu salah satu pelaku telah ditangkap namum penahananya ditangguhkan dan bahkan suda menyandang status tersangka masih disebut mengada ngada, jadi yang ngawur siapa disini,” tuturnya

Berkaitan tudingan lainnya menyebut perusahaan menerobos lahan warga, secara gamblang pria yang akrab disapa lionk ini juga menjelaskan, PT GKP berjalan sesuai koridor yang telah ditentukan bahwa lokasi yang di maksud itu dari segi legalitas telah kami kantongi izin pinjam pakai kawasan hutan atau IPPKH jadi dimana letak kesalahan perusahaan?.

“Perusahaan telah memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dari kementrian kehutanan dan secara aturan kami boleh dong melewatinya,” ujarnya.

Diapun berharap Komnas HAM Republik Indonesia untuk lebih jernih melihat persoalan yang terjadi disana dan tidak hanya mengedepankan masukan dari warga yang katanya di kriminalisasi namun harus juga menemui pihak korban penyanderaan dalam hal ini karyawan PT GKP agar terbuka siapa sebenarnya yang melanggar hak asasi manusia,” tutupnya

Sementara itu, Amir karim selaku humas Perusahaan menambahkan, tudingan tudingan yang selama ini dialamatkan PT GKP harus segera dihentikan sebab itu hanya akan memperkeruh suasana yang saat ini dalam keadaan kondusif.

Laporan: TIM

Tulis Komentar Anda Disini

loading...