Komite Nasional Garda Nawacita saat menggelar aksi di halaman kantor KPK (7/1/2018).

OKESULTRA.COM, JAKARTA – Lagi, Komite Nasional Garda Nawacita mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) kepada Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunudin Dangga atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Penyalahgunaan wewenang dimaksud ialah
dugaan adanya keterlibatan anak kandung Bupati dalam proyek Land Clearing Padang Pengembalaan Ternak Tahun 2017, dimana sebelumnnya Kejari Konsel telah menahan 3 tersangka dalam kasus tersebut pada Rabu (26/12/2018) lalu.

Dalam rilis yang diterima Okesultra.com Ketua Komite Nasional Garda Nawacita, Abdullah Kelrey mengatakan praktik mafia anggaran di Konsel marak terjadi.

“BPK Sultra menemukan kerugian negara terkait tersebut sebesar Rp. 265 Juta dari pagu anggaran Rp. 2, 7 Miliyar. Kasus tersebut diduga adanya keterlibatan anak kandung Bupati Konawe Selatan,” jelasnya Senin (7/1/2019).

Selain itu, menurut Abdullah Bupati juga diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atas pemberian izin prinsip dan izin lokasi kepada perusahaan nikel.

“Juga beredar tudingan jual beli jabatan yang diduga adanya keterlibatan, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Konawe Selatan”.

Saat berunjuk rasa, Komite Nasional Garda Nawacita mengajukan tiga tuntutan kepada lembaga anti rasuah tersebut.

Pertama meminta KPK segera panggil dan periksa Bupati Konawe Selatan.Kedua, meminta BPK segera audit ABPD dan ABPN di Konawe Selatan. Dan yang ketiga, jika Bupati tidak hadir maka segera keluarkan Sprindik atas nama Bupati Konsel, Surunuddin Dangga.

Untuk diketahui selain mendatangi KPK, pada 16 Oktober 2018 lalu Komite Garda Nawacita juga telah meminta Polri mengusut kasus tersebut.(asl/wwa)

Tulis Komentar Anda Disini