OKESULTRA.COM, KENDARI – Rombongan tim relawan peduli korban bencana mengalami hal tak mengenakkan seusai menyalurkan bantuan kemanusiaan di Palu, Sulawesi Tengah.

Tim relawan dari Harian Rakyat Sultra diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat perjalanan pulang dari Palu menuju Kendari tepatnya di Desa Paku Jaya, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe pada Rabu malam (14/11) sekira pukul 22.00 WITA.

Menurut keterangan supir truk yang membawa tujuh orang relawan tersebut, Ferry Nugraha (25), kejadian bermula saat
beberapa pemuda yang diduga dalam keadaan mabuk memalak mereka dengan meminta sejumlah uang.

Sang sopir pun memberikan uang yang diminta sekelompok pemuda tersebut, namun mereka merasa tak puas atas besaran nominal uang yang diberikan Ferry.

Sontak kejadian itu membuat sekitar dua puluhan orang yang tidak dikenal melakukan penganiyayaan kepada awak truk lainnya, Heri dan Asmar serta melakukan pengerusakan terhadap truk yang dengan nomor polisi DD 8581 DG yang mereka tumpangi.

“Sejumlah orang yang saya tidak kenal, awalnya meminta uang pada kami, dan saya memberikan uang, saya pun memberikan, tapi mereka tidak terima dengan uang tersebut mereka lalu memukul salah satu bagian mobil dengan kayu,” ujar Ferry.

Usai keributan kecil itu, lanjut Ferry, ia pun lalu jalan menuju Kota Kendari. Namun sekitar seratus meter dari tempat pemalakan tadi, terdengar suara lemparan batu yang begitu keras menghantam mobil mereka.

“Saya langsung gas full saya punya mobil karena di belakang banyak yang mengejar. Saya perkirakan lebih dari dua puluh orang dan mereka berboncengan menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.

Pengejaran baru berhenti setelah dirinya melewati jembatan di Desa Pohara, Kabupaten Konawe.

Akibat dari penyerangan ini, kendaraan truk mengalami kerusakan berat dengan kaca depan hancur total. Tujuh orang yang saat itu berada di atas truk pun mengalami luka-luka akibat hantaman kayu dan lemparan batu. Satu orang korban atas nama Asmar bahkan mengalami luka robek pada bagian kaki.

Kerugian akibat penyerangan ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Atas kejadian ini, pihak pengemudi truk maupun Harian Rakyat Sultra telah membuat laporan ke Kepolisian Sektor Bondoala.

“Semoga para pelaku bisa segera ditangkap karena ini cukup meresahkan,” tutup Ferry.


Laporan: RNL

Tulis Komentar Anda Disini