OKESULTRA.COM, KENDARI – Keluarga almarhum Bripda Faturahman dan Pemuda Pemerhati Hukum (PPH) Sultra memprotes putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari yang memvonis terdakwa pembunuh Bripda Faturahman 5 tahun kurungam penjara.

Aksi protes itu dilakukan keluarga korban dan PPH Sultra dengan berunjuk rasa di Mapolda Sultra dan PN Kendari, Senin (4/2/2019).

Menurut koordinator aksi, Yogi Mengko, dalam kasus yang terjadi kepada almarhum Bripda Faturahman, pada 3 september 2018 yang lalu, adalah penganiayaan berat yang di rencanakan dan menyebabkan kematian.

Namun, pada putusan sidang yang di laksanakan beberapa hari yang lalu, lanjut Yogi, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa dengan menggunakan dua pasal diantaranya yaitu pasal 170 KUHP  dan pasal 351 KUHP. Kemudian hakim memvonis terdakwa dengan hukuman kurungan penjara 5 tahun dengan menggunakan pasal 351 KUHP, yaitu masuk dalam kategori tindak penganiayaan biasa.

“Padahal dalam pasal 355 KUHP  yang seharusnya digunakan dalam proses persidangan tersebut bahwasanya kasus tersebut adalah penganiayaan berat dan berencana telah memenuhi unsur  kesengajaan, direncanakan,  mengakibatkan luka berat dan mengakibatkan kematian,” kata Yogi.

Kata Yogi, seharusnya dalam pasal 355 KUHP ayat 2, dijelaskan jika perbutan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah di ancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

“Sehingga kami mengindikasi dan menduga bahwa kejaksaan, pengadilan, dan pelaku ada main mata dalam menyelesaikan kasus tersebut, sehingga merugikan pihak dari korban,” tutupnya.

Seperti diketahui sebelumnya, seorang anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) meninggal dunia setelah diduga dianiaya dua seniornya di barak Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polda Sultra pada Senin (3/9/2018).

Anggota Polda Sultra tersebut yakni Brigadir Dua (Bripda) Muh. Fathurrahman Ismail. Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya pukul 01.40 Wita di Rumah Sakit Abunawas.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, dua penganiaya korban itu diidentifikasi bernama Bripda Z dan Bripda F. Keduanya adalah senior Bripda Muh. Fathurrahman Ismail. (waa)

Tulis Komentar Anda Disini