Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Saharuddin. (Foto: Istimewa).

OKESULTRA.COM, KENDARI – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tenggara terus memantau dugaan masih adanya praktek pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan medis.

Hal itu seiring dengan sejumlah temuan di beberapa wilayah menunjukan masih ada perusahaan yang sengaja membuang limbah B3 secara ilegal.

Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Saharuddin menuturkan beberapa perusahaan, rumah sakit, dan bahkan apotek masuk dalam pantauan organisasi lingkungan hidup independen terbesar di Indonesia ini.

“Beberapa hotel dan perusahaan lain pengolahan limbahnya diduga tidak ada dan langsung membuang limbahnya ke saluran menuju ke sungai dan laut,” terangnya saat ditemui dikantornya, Kamis (14/2/2019).

Lanjut Saharuddin, pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah industri perhotelan di Kota Kendari khususnya yang tak memiliki pengolahan limbah yang baik, Walhi pun berencana melakukan gugatan terkait hal ini.

“Sudah ada beberapa hotel dan yang pasti ada rencana melakukan gugatan,” tambahnya.

Selain perhotelan, pihaknya juga menyorot pembuangan sejumlah limbah buangan medis ilegal juga diindikasikan banyak dilakukan disejumlah rumah sakit, apotek serta tempat praktik dokter pribadi. Pihaknya pun enggan menyebutkan secara rinci data dugaan perusahaan dan medis yang dianggap pengolahan limbahnya bermasalah.

Untuk ditetahui, terkait dengan aturan pembuangan limbah B3 maupun medis sebenarnya sudah diatur dalam PP 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah B3. Izin pengelolaan dan penyimpanan ini harus datang dari KLHK, termasuk limbah medis.(asl)


Tulis Komentar Anda Disini

loading...