morosi, pt vdni, virtue
Warga Desa Morosi melakukan pemblokiran jalur holling PT VDNI (Foto : Wiwid/Okesultra.com)
morosi, pt vdni, virtue
Warga Desa Morosi melakukan pemblokiran jalur holling PT VDNI (Foto : Wiwid/Okesultra.com)

OKESULTRA.COM, KENDARI – Beberapa warga Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe memblokir jalur holling milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) pada Jumat (11/5).

Beberapa warga itu melakukan pemblokiran sekitar 2 jam. Pantauan Okesultra.com di lokasi, beberapa kendaraan milik PT VDNI tertahan di jalur holling, akibatnya terjadi kemacetan sekitar 1 km.

Menurut salah seorang warga yang melakukan pemblokiran, Alimuddin, warga menuntut agar pihak perusahaan membayar dana kompensasi tambak dan ganti rugi lahan seluas 1,3 hektar.

Pemblokiran itu juga dilakukan bersama pemilik tanah, Aryanto. Aryanto menceritakan, bahwa ia membeli tanah dari Alimuddin seluas 1,3 hektar, oleh Aryanto tanah itu kemudian dititipkan ke H Bassa untuk memelihara tambak diatas tanah yang dia beli dari Alimuddin.

Karena ia berada di Jakarta, Aryanto tak mengetahui bahwa tanah yang ia beli dibuatkan jalur holling PT VDNI.

“Saya tidak tau kalau tanah itu dilalui holling PT VDNI,” katanya.

Untuk itu ia menuntut kepada Alimuddin agar membantu meminta kejelasan hak atas tanah bahwa tanah itu telah ia beli dari Alimuddin.

Alimuddin kemudian meminta ganti rugi kembali kepada PT VDNI.

morosi, pt vdni, virtue,
Warga Desa Morosi melakukan pemblokiran jalur holling PT VDNI (Foto : Wiwid/Okesultra.com)

Sementara itu, Deputi Brands Manager, PT VDNI, Ahmad Hairillah Wijdan kepada wartawan menjelaskan, bahwa pihak perusahaan sudah memberikan ganti guri lahan kepada Alimuddin sebesar Rp 60 juta.

Ganti rugi lahan itu, kata Ahmad, telah dinotariskan dan disepakati oleh dua belah pihak terkait nominal ganti rugi.

“Kami sudah ganti rugi lahan atas nama kepemilikan lahan Alimuddin, ada bukti dan sudah dinotariskan,” kata Ahmad.

Belakangan, kata Ahmad, muncul nama Aryanto yang mengaku sebagai pemilik lahan yang telah membeli lahan milik Alimuddin.

“Ada muncul nama Aryanto mengaku sebagai pemilik lahan. Yang jelas, di awal kami sudah membayar ganti rugi lahan itu kepada Alimuddin, adapun lahan itu sudah dijual ke orang lain, berarti tanggung jawab Alimuddin,” katanya.

Mengenai kompensasi kerugian tambak yang dituntut Alimuddin, Ahmad mengatakan, perusahaan harus mendapat bukti bahwa memang kerugian tambaknya disebabkan oleh aktifitas perusahaan.

“Kan harus ada buktinya pak, apa betul banyak ikannya yang mati karena aktifitas perusahaan,” katanya.

Namun, pihak perusahaan memberi kebijaksanaan kepada semua pihak untuk membicarakan hal tersebut secara baik tanpa harus melakukan pemblokiran.

Sampai berita ini diterbitkan, pemblokiran warga di jalan holling PT VDNI masih terjadi.

Laporan : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini

loading...