OKESULTRA.COM, KENDARI – Siapa yang tak kenal sosok aktor Andi Arsyil. Aktor berparas tampan asal Makassar ini terkenal dengan berbagai peran yang sukses ia mainkan, mulai dari film Ketika Cinta Bertasbih, sinetron Tukang Bubur Naik Haji, hingga yang teranyar adalah film Kaili.

Kini, lelaki bernama lengkap Andi Arsyil Rahman Putra ini mencoba peruntungannya dengan menjadi produser film. Film garapan pertamanya adalah Wengi Anak Mayit, sebuah film bergenre horor yang menceritakan kisah persekutuan manusia dengan setan yang berakhir tragis.

Arsyil yang ditemui di salah satu hotel di Kendari usai acara Ngobrol Bareng Andi Arsyil, Senin (3/12) mengatakan, melalui film ini dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia ingin mengambalikan lagu atau kidung Lingsir Wengi karya Sunan Kalijaga ke tempat yang sebenarnya.

“Lingsir Wengi adalah sebuah kidung yang baik, bukan nyanyian untuk pemanggil setan yang banyak orang selama ini menafsirkannya.

Wengi itu diambil dari bahasa Jawa yang artinya malam. Melalui film ini, saya juga ingin mengambalikan kidung Sunan Kalijaga ke tempatnya, yakni membangunkan orang menunaikan shalat tahajud dan terhindarkan dari marabahaya,” ungkap lelaki kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 15 September 1987 ini.

Arsyil mengakui dalam menjalankan profesi barunya sebagai produser di film ini bukanlah hal yang mudah. Arsyil merasakann beban yang semakin bertambah berat, jika dibandingakan dengan peran dirinya sebagai aktor.

“Bebannya bertambah karena berhadapan dengan banyak hal, mulai dari pra-produksi hingga ke tahap promosi. Kalau cuman jadi pemain kan ngga ikut-ikutan ngurusin itu, taunya cuma akting aja'” imbuh Arsil.

Ditanya tentang target jumlah penonton, Arsyil mengaku tak punya target yang muluk-muluk. Ia hanya berharap karyanya tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

“Banyaknya penonton merupakan pertanda bahwa karya itu diapresiasi masyarakat. Saya tidak muluk-muluk, saya hanya menargetkan sebanyak 200 hingga 300 ribu penonton,” tutup Arsyil. (B)


Laporan: Ronal
Editor : Wiwid Abid Abadi

Tulis Komentar Anda Disini